Waktu Bekam Yang Baik Menurut Anjuran Rasulullah Saw

Sebenarnya tidak ada kewajiban untuk melakukan bekam pada hari dan tanggal tertentu. Namun bukankah akan lebih baik jika melakukannya sesuai apa yang dianjurkan Nabi Saw? Mari simak hadis di bawah ini yang membahas tentang hari dan waktu bekam yang baik untuk dilakukan.

Dari Muawiyah, dari Ma’ql bin Yassar r.a, berkata :

Bahwa sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda “Hijamah pada hari Selasa atau tanggal 17 adalah pengobatan yang disunnahkan.” (Ma’rifatu Shahabah dan Mu’jam Kabir at Thabrani).

Rasulullah bersabda:

“Sesungguhnya waktu terbaik untuk melakukan bekam adalah pada tanggal 17, 19, dan 21 setiap bulannya.” (HR. at-Tirmidzi)

Dalam kedua hadis di atas, Nabi Saw telah menganjurkan untuk melakukan bekam pada hari dan tanggal tertentu. Meskipun dalam Islam, semua hari mulai dari Senin hingga Minggu memiliki arti yang baik. Namun alangkah lebih baiknya jika kita mengikuti anjuran waktu bekam  Rasulullah Saw, agar terhindar dari hal-hal yang buruk.

Dari Anas, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah Saw: “Berbekamlah pada tanggal 15, 17, 19, atau 21. Jangan sampai darahmu bergolak.” (Al-Amaaliy, No. 331)

Hadis yang membahas tentang waktu bekam yang baik menurut ajaran Rasulullah Saw, adalah :

Dari Ibnu Umar r.a, Rasulullah Saw bersabda:

“Berbekam dilakukan dalam keadaan perut kosong adalah yang paling ideal, dimana ia akan menambah kecerdasan otak dan menambah ketajaman menghafal. Ia akan menambah seorang penghafal lebih mudah menghafal. Oleh karena itu, barangsiapa hendak berbekam, maka sebaiknya ia melakukannya pada hari Kamis dengan menyebut nama Allah. Hindarilah berbekam pada hari Jum’at dan hari Sabtu serta hari Ahad. Berbekamlah pada hari Senin dan Selasa. Hindarilah berbekam pada hari Rabu, karena Rabu merupakan hari dimana Nabi Ayyub tertimpa malapetaka. Tidaklah timbul penyakit kusta dan lepra kecuali pada hari Rabu atau malam hari Rabu”.