Sudah Tahu Cara Bekam yang Benar ? Ini Informasinya!

Pernah merasa seram saat melihat terapi bekam? Tak bisa dipungkiri, memang ada banyak orang yang masih merasa takut jika harus melakukan terapi bekam. Padahal sebenarnya jika terapi bekam dilakukan dengan baik dan benar, resiko untuk mengalami cidera seperti luka ataupun lebam yang berlebihan bisa diminimalisir. Nah, buat Anda yang masih bingung dan penasaran dengan cara yang bekam yang benar, berikut ada beberapa informasi yang mudah-mudahan bisa jadi referensi untuk Anda!

Pendekatan Personal

Ada baiknya sebelum melakukan terapi bekam, terapis melakukan pendekatan ataupun pengenalan terhadap pasien. Hal ini perlu dilakukan untuk mengantisipasi ketegangan berlebihan yang dialami pasien.  Buatlah buku ataupun kartu khusus konsultasi,  lengkapi data identitas pasien terkait nama lengkap, umur, jenis kelam1n, alamat dan status perkawinan.

Kemudian akan jauh lebih baik, jika terapis juga melakukan pendataan seputar identitas keluarga pasien, misalnya kedudukan dalam keluarga, pekerjaan dan alamat tinggal. Beberapa penyakit berkaitan erat dengan pekerjaan/lokasi pemukiman.

Pemeriksaan Luar Dan Diagnosa

Sebelum melakukan terapi bekam, terapis perlu melakukan pemeriksaan dan melakukan diagnosa terhadap pasien. Pemeriksaan umum bisa dilakukan seperti mengecek tekanan darah, nadi, temperatur  tubuh, pernafasan, lidah iris (iridology), telapak tangan (palmistry) dan lain-lain. Yang terpenting adalah bisa mengetahui penyakitnya.

Proses Bekam

Setelah melakukan pendataan dan pemeriksaan luar, terapis terlebih dahulu menentukan titik-titik mana saja yang perlu dibekam berdasarkan keluhan sakit yang diutarakan pasien. Untuk metode bekamnya tentu disesuaikan dengan penyakit yang diderita pasien. Ada sekitar 12 titik utama yang disebutkan dalam hadits selebihnya merupakan pengembangan dari hadis tersebut. Diantaranya adalah Titik di kepala (Ummu mughits, qomahduwah, yafukh, hammah, dzuqn, udzun), Leher dan punggung (Kaahil, al-akhda’ain, alkatifain, naqroh, munkib), kaki (Wirk, fakhd, zhohrul qodam, iltiwa’). Setelah ditentukan titik-titik bekam, terapis bisa memulai terapi. Ada beberapa posisi terapi bekam, antara lain:

  1. Posisi terlentang yang digunakan untuk membekam titik pada daerah muka, leher, dada, perut dan tungkai depan.
  2. Posisi telungkup untuk membekam titik di tengkuk, punggung, pinggang dan tungkai bagian belakang.
  3. Posisi duduk di kursi dengan kepala mengadah dan kepala bagian belakang bersandar pada sandaran untuk membekam wajah, kepala, dagu dan leher bagian depan.

4.Posisi duduk di kursi dan meletakkan kedua tangannya di meja sambil menopang dagu membekam kepala dan wajah.

5.Posisi duduk di kursi dengan kedua lengan lurus ke depan dan diletakkan di atas meja untuk membekam daerah tangan dan lengan, tengkuk, leher samping, bahu, punggung dan pinggang.

  1. Posisi duduk di kursi dengan kepala telungkup miring diatas meja untuk membekam titik di samping kepala dan wajah serta leher bagian samping.

Nah, cara bekam yang benar ini tentu jauh dari kata menyeramkan dan sembrono, pengobatan bekam adalah pengobatan yang disunnahkan oleh Nabi Muhammad SAW, jadi sudah semestinya dilakukan dengan cara yang baik dan benar.