Sejarah Bekam Rasulullah sebagai Titik Awal Bekam yang Benar

Bekam merupakan terapi pengeluaran darah kotor dari dalam tubuh melalui titik tertentu. Dengan mengeluarkan darah kotor melalui metode bekam, maka tubuh akan semakin sehat dan penyakit yang diderita juga bisa berkurang dan sembuh. Terapi bekam ini menurut beberapa dokumen atau catatan para ahli sejarah berasal sejak zaman kerajaan Sumeria dan terus bertahan sampai pada masa Rasulullah sehingga sejarah bekam Rasulullah menjadi dasar pengobatan bagi agama Islam.

Berkaitan dengan bekam ini, umat Islam tidak perlu ragu lagi untuk menggunakannya karena ada dasar yang jelas. Rasulullah pernah bersabda sebagaimana diriwayatkan dari Said bin Jubair RA dari Ibnu Abbas RA, beliau bersabda: “Kesembuhan bisa diperoleh dengan tiga cara: minum madu, sayatan pisau bekam, dan sundutan besi panas, dan aku melarang umatku (menggunakan) pengobatan dengan besi panas” (HR. Al-Bukhari, dikeluarkan juga oleh Ibnu Majah, Ahmad dan Al-Bazzar)

Pada zaman awal-awal muncul bekam, metode yang digunakan untuk mengeluarkan darah kotor dan statis (kental) masih dilakukan secara sembarangan bahkan kadang menyakiti pasien yang dibekam. Selain itu, efek samping yang ditimbulkan setelah bekam juga membahayakan karena dilakukan belum berdasar ilmu yang baik. Pada generasi berikutnya, sejarah bekam Rasulullah tercatat sebagai titik awal berkembangnya bekam berdasar ilmu yang benar.

Rasulullah sebagai panutan umat dan memiliki ilmu yang luas telah mencontohkan metode bekam yang sesuai syariat Islam dan berdasar ilmu yang benar. Namun demikian sejarah bekam Rasulullah saat itu masih menggunakan peralatan yang sederhana, diantaranya menggunakan tanduk sapi dan tulang unta dalam mengeluarkan darah. Berbeda dengan zaman sekarang, dimana peralatan semakin modern  dan hieginis. Selain itu, ilmu-ilmu tentang bekam juga semakin berkembang.