Pijat Terapis Pria di Bandung Atasi Dua Nyeri

Pijat terapis pria di Bandung tidak hanya mengatasi nyeri otot semata, tapi juga nyeri karena saraf terjepit. Memang keluhan keduanya hampir sama dan kadang orang menafsirkan dengan cara yang salah. Nah, untuk lebih memahami perbedaan kedua nyeri tersebut, sebaiknya kita simak dulu uraian berikut ini.

Nyeri Otot

Nyeri otot disebabkan oleh kecapekan atau kurang olahraga. Gejala nyeri otot adalah rasa kaku di sekitar kaki, bahu, dan leher. Kadang juga terasa kaku di sekitar tangan dan pinggang karena kebanyakan duduk atau angkat berat. Ciri utama kaku otot adalah otot terasa tegang saat diraba tapi tidak menimbulkan nyeri berlebihan hingga tidak bisa istirahat sama sekali.
Penderita kaku otot seringkali sulit tidur dan terus bergerak saat tidur (tidak bisa pulas). Namun, keluhan kaku otot ini tidak sampai membuatnya menangis atau mengerang kesakitan. Panggil saja pijat terapis pria di Bandung ketika Anda mengeluhkan nyeri otot karena kecapekan.

Nyeri Saraf Kejepit

Nyeri saraf kejepit disebabkan oleh pergeseran bantalan antar tulang sehingga menekan saraf yang ada di dalamnya. Tentu saja nyeri yang dirasakan lebih dahsyat dibandingkan nyeri otot biasa karena yang diserang langsung sarafnya. Biasanya terletak di sepanjang tulang belakang yang bentuknya beruas-ruas.

Akibat dari saraf kejepit ini bisa sampai membuat penderita tidak bisa aktivitas, sulit menggerakkan tangan dan kaki, serta tidak dapat tidur. Digerakkan sedikit saja sudah terasa nyeri sekali. Hanya ada satu cara untuk menyembuhkan nyeri tersebut, yaitu mengembalikan posisi ruas tulang seperti sediakala. Pijat terapis pria di Bandung menyediakan ahli kiropraksi khusus untuk masalah saraf kejepit.