Pijat Panggilan Untuk Wanita di Bandung Tidak Beresiko

Pijat kebugaran merupakan salah satu cara mengembalikan kekakuan otot yang letih setelah bekerja berat. Pijat sangat diperlukan daripada mengonsumsi obat yang dapat merusak ginjal dan liver. Sayangnya, pijat yang sebenarnya tidak punya efek samping ini juga bisa beresiko cidera hingga berujung kematian. Tentu saja jika terapisnya kurang berpengalaman. Pijat panggilan untuk wanita di Bandung merupakan terapis profesional.

Alergi Minyak

Biasanya tukang urut atau terapis memakai minyak tertentu untuk mempermudah proses pemijatan. Tapi, tidak semua orang cocok dengan jenis minyak tertentu. Ada jenis kulit yang sangat sensitif sehingga timbul alergi bila diberikan minyak. Nah, sebelum mulai pemijatan, sebaiknya Anda katakan bentuk alergi kulit yang dimiliki agar diganti dengan bedak tabur.

Sakit

Rasa sakit berlebihan juga dirasakan sebagian orang setelah dipijat. Hal ini terjadi akibat penekanan yang terlalu kuat ketika proses pemijatan. Pijat panggilan untuk wanita di Bandung dilakukan oleh orang yang telah profesional sehingga Anda dapat meminta besar tekanan sesuai dengan kemampuan tubuh.

Patah Tulang

Ada jenis pijat “krek” dimana klien akan ditekuk pada bagian tertentu dengan sangat kuat. Misalnya di leher ke kanan dan kiri. Pijat seperti ini memang menghasilkan rasa nikmat bagi sebagian orang, tapi juga beresiko terkena patah tulang. Apalagi kalau leher sedang kram sehingga otot tidak dapat meregang terlalu kuat. Berhati-hatilah dengan bentuk pijatan yang kurang profesional.

Organ Dalam Melintir

Akibat lain dari pijat yang tidak profesional adalah reposisi organ dalam. Ini terjadi kalau bagian perut dipijat dengan sangat kuat. Sebaiknya, jangan biarkan terapis memijat bagian perut Anda apapun alasannya. Pijat panggilan untuk wanita di Bandung tidak akan melakukan hal ini.