Pentingnya Membuat Jadwal Bekam

Melakukan bekam tidak boleh sembarangan. Jika melakukan bekam secara semabarangan, bukannya manfaat yang didapat namun bisa mendapat efek yang tidak baik. Oleh karena itu, sebelum melakukan terapi bekam Anda harus mengetahui sepenuhnya tentang bekam. Anda juga harus memilih tenaga ahli yang melakukan terapi bekam secara profesional. Tidak hanya memilih terapis yang tepat, Anda juga harus membuat jadwal bekam yang tepat agar mendapatkan hasil maksimal.

Pemilihan waktu melakukan bekam yang tepat dapat memaksimalkan terapi bekam. Maka dari itu, Anda perlu membuat jadwal yang tepat sesuai kebutuhan. Jadwal bekam yang dibuat perlu mempertimbangkan beberapa siklus diantaranya siklus bulanan, harian, serta siklus jam. Untuk siklus bulanan Anda bisa memilih antara tanggal 17, 19, atau 21 Hijriyah. Pada tanggal itu bulan sedang purnama dan menurut Hadis tanggal itu sangat cocok untuk melakukan bekam.

Untuk siklus mingguan, hari yang cocok untuk bekam adalah hari Senin, Selasa, dan Kamis. Rasulullah juga tidak merekomendasikan untuk melakukan bekam pada hari Jum’at, Sabtu, Minggu, dan Rabu. Selain hari, pertimbangan siklus jam juga perlu diperhatikan. Bekam sebaiknya dilakukan diantara jam delapan dan jam sebelas atau antara jam satu siang sampai jam tiga. Agar hasil bekam maksimal juga dianjurkan bekam dilakukan saat perut kosong atau tidak makan sebelum bekam.

Pembuatan jadwal bekam dapat dilakukan dengan mempertimbangkan aspek-aspek di atas. Anda dapat menyesuaikan dengan kesibukan Anda dalam membuat jadwal. Melakukan terapi bekam memang tidak harus mengikuti jadwal yang telah dibuat. Misalkan memiliki penyakit yang mengharuskan melakukan bekam pada waktu yang tidak sesuai jadwal, maka tidak apa-apa untuk melakukan bekam. Pembuatan jadwal hanya bertujuan mendapat hasil yang maksimal dari bekam.