Pendapat Medis Tentang Darah Hasil Bekam

Tentunya Anda sudah sangat familiar dengan kata bekam, bukan? Bekam atau yang dalam Bahasa Arab disebut dengan Hijamah merupakan pengobatan tradisional yang sudah dipraktekkan sejak ribuan tahun lalu. Dan bahkan Rasulullah Saw sendiri sudah pernah mencobanya. Perkembangan metode bekam memang sangat pesat hingga tersebar ke seluruh dunia. Bukan hanya Indonesia, banyak negara lain yang juga mempraktekan metode bekam sebagai salah satu terapi pengobatan.

Namun tampaknya, masih cukup banyak orang yang belum paham tentang metode mengeluarkan darah statis, pada terapi bekam basah, khususnya. Masih sering timbul pertanyaan, apakah metode dengan melukai kulit dan mengeluarkan darah dari dalam tubuh ini aman? Bagaimana pendapat medis tentang darah hasil bekam? Dan lain sebagainya. Hal ini sebenarnya sangat wajar, karena si pasien memang harus diberi pengetahuan terlebih dahulu sebelum melakukan bekam.

Salah satu negara yang telah melakukan penelitian tentang bekam secara ilmiah adalah Inggris. Para peneliti mengambil 3 sampel darah yang berbeda, yaitu darah normal, darah dengan polusi, dan darah yang mengalami penuaan.

Hasilnya adalah bahwa sel darah merah memiliki umur 120 hari dan akan meregenerasi setelahnya. Namun tak dapat dihindari kemungkinan bahwa darah bisa saja rusak sebelum mencapai umurnya, hal ini bisa terjadi karena faktor gaya hidup yang tidak sehat, dan lain sebagainya.

Hal inilah yang menjadi dasar kenapa bekam harus dilakukan secara teratur, yaitu untuk membuang darah hasil bekam yang statis, dimana kondisi darah sudah rusak serta membantu tubuh meregenerasi sel darah yang baru.

Sebagai negara maju di dunia, Inggris memiliki peralatan medis serba canggih namun masih mempraktekan bekam untuk mengobati penyakit. Hal ini membuktikan bahwa terapi bekam memang aman dan memiliki banyak manfaat bagi tubuh.

Darah hasil bekam yang dikeluarkan hanya sel darah statis yang tidak berfungsi lagi tanpa mengganggu posisi sel darah putih yang ada di dalam tubuh. Inilah yang membuat seseorang yang melakukan bekam merasa tubuhnya lebih ringan, segar, dan rileks. Karena racun di dalam tubuh telah dibuang dan sel darah aktif dapat berfungsi maksimal tanpa terganggu sel darah yang pasif.