Menjawab Pertanyaan “Apakah Bekam Berbahaya?” 

Terapi bekam yang sudah dikenal luas di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya umat Muslim, kadang menimbulkan beberapa pertanyaan. Disamping banyak manfaatnya, masih ada juga orang yang menanyakan apakah bekam berbahaya. Hal ini mungkin berkaitan degan proses bekam yang sekilas terlihat mengerinkan bagi orang-orang yang belum mengetahuinya, lebih-lebih bagi orang yang takut darah. Oleh karena itu, maka jawaban dari pertanyaan tersebut sangat perlu dipaparkan.

Bekam yang hanya memvakum kulit tanpa mengeluarkan darah disebut bekam kering. Sedangkan bekam dengan menusukkan jarum ke kulit dengan tujuan mengeluarkan darah kotor dan kemudian dihisap biasa disebut bekam basah. Melihat bekam basah ini mungkin langsung takut melakukan bekam. Sebenarnya bekam ini tidak terlalu sakit dan sama sekali tidak berbahaya, namun masih ada juga yang ragu dan menanyakan apakah bekam berbahaya?

Ya, sebenarnya bekam memang bisa membahayakan. Akan tetapi, bahaya yang bisa ditimbulkan dari bekam jarang terjadi pada pasien. Bahaya bekam bisa berupa kemungkinan tertularnya penyakit. Kemungkinan tertular penyakit ketika bekam bisa terjadi jika terapis tidak bersih dalam mebersihkan kop bekam yang telah digunakan oleh banyak orang. Cara menghindari bahaya ini yaitu dengan memilih terapis yang sudah benar-benar ahli dan teliti dalam hal kebersihan.

Bahaya lainnya yaitu bisa terjadi infeksi pada kulit dan demam setelah bekam. Akan tetapi, terkait dengan infeksi, lagi-lagi berkaitan erat dengan kebersihan dari alat-alat yang digunakan. Selain resiko ini sebenarnya bisa dikatakan bekam sama sekali tidak berbahaya. Sehingga untuk keraguan apakah bekam berbahaya tidak perlu lagi dikhawatirkan asalkan memilih tempat bekam yang tepat dan terapis yang tepat. Pemilihan ini bisa menjadi kunci kesembuhan dan kesehatan Anda.