Menjalani Pijat Kuat dengan Tukang Pijat Pria, untuk Efek yang Lebih Terasa

Banyak orang yang melakukan pijat biasanya lebih memilih pijatan yang agak kuat dan keras. Alasannya, pijatannya akan lebih terasa, dibandingkan dengan pijatan yang lembut. Sehingga, tubuh pun lebih cepat merasakan efeknya, terutama untuk menghilangkan rasa capek dan lelah setelah melakukan aktifitas berat. Makanya, mereka yang lebih menyukai pijatan kuat dan keras akan memilih tukang pijat pria untuk melakukan pemijatan, sehingga keinginannya bisa terpenuhi.

Beberapa jenis pijat kuat dan keras yang biasa dilakukan oleh tukang pijat pria, adalah seperti pijat tradisional asli Indonesia, atau disebut juga urut, pijat Shiatsu dari Jepang, Swedish Massage (pijat Swedia), dan Hawaiian Massage (pijat Hawaii). Jenis pijat kuat ini biasanya dilakukan menggunakan jari dan telapak tangan, hingga siku, dengan menekan kuat pada bagian tubuh yang dipijat. Bahkan, ada pula yang menambahkan penggunaan bahan dan alat bantu, seperti minyak ataupun batu.

Meski sangat cocok bagi Anda yang baru habis kerja dan mengalami pegal-pegal pada tubuh, tapi tidak semua orang bisa menjalani pijat kuat ini. Ada baiknya, berkonsultasi dulu dengan dokter soal efeknya terhadap kesehatan. Biasanya, orang yang menderita penyakit diabetes, jantung, atau darah tinggi tidak direkomendasikan untuk menjalani jenis-jenis pijat tersebut. Alasannya, tekanan yang dilakukan saat pijat ternyata dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan tubuh yang bermasalah.

Selain itu, pijat kuat dengan tukang pijat pria ini juga tidak boleh dilakukan pada beberapa situasi, seperti radang urat darah, varises parah, kondisi parah pada radang kulit, jaringan lunak atau sendi, bagian tubuh mengalami perdarahan atau kerusakan jaringan berat, tekanan darah tidak teratur, hingga baru saja mengalami patah tulang atau keseleo. Oleh karena itu, sebaiknya lakukan dengan bantuan tukang pijat profesional, seperti yang disediakan oleh Pijat Panggilan Bandung Syariah.