Hadits Shahih Bekam sebagai Landasan untuk Terapi Bekam

Bagi umat Islam, landasan atau dasar ketika akan melakukan pengobatan sangatlah penting. Dengan adanya landasan yang benar, maka akan memberikan kemantapan dan nilai ibadahnya juga akan diperoleh. Sebagaimana saat Anda akan melakukan terapi bekam, maka landasannya perlu dicari. Anda perlu mencari dan mengetahui hadits shahih bekam sehingga perjalanan terapi yang akan dilakukan tercatat sebagai amal kebaikan di sisi Allah.

Hadits shahih bekam cukup banyak dan bisa Anda jadikan referensi saat akan dibekam atau membekam orang lain. Diantaranya ada yang berkaiatan dengan dasar dibolehkannya melakukan pengobatan dengan bekam, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah “Sesungguhnya sebaik-baik apa yang kalian lakukan untuk mengobati penyakit adalah dengan melakukan bekam

Di dalam hadits riwayat Bukhari, Nabi Muhammad juga bersabda yang artinya : “Sekiranya ada sesuatu yang lebih baik untuk kalian pergunakan sebagai obat, maka itu ada terdapat pada minum madu, berbekam dan sengatan api panas (terapi dengan menempelkan besi panas di daerah yang luka) dan saya tidak menyukai kay (terapi dengan menempelkan besi panas pada daerah yang luka).”

Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu berkata : “Sesungguhnya hari yang paling baik bagimu untuk berbekam adalah hari ke 17, hari ke 19, dan hari ke 21 (bulan Hijriyyah)” (H.R At Tirmidzi)

Hari yang paling baik untuk berbekam adalah pada hari Senin, Selasa dan Kamis. Sebaliknya hindari berbekam pada hari Rabu, Jum’at, Sabtu dan Ahad” (H.R Ibnu Majah)

Dari Abdullah bin Mas’ud, Rasulullah saw menceritakan ketika beliau di Isra’kan, tidaklah beliau melewati sekumpulan Malaikat melainkan mereka meminta kami,” Perintahkanlah ummatmu untuk berbekam” (H.r At Tirmidzi).

Beberapa hadits shahih bekam tersebut di atas bisa menjadi pegangan sehingga saat ada orang yang meragukan terapi bekam, bisa Anda jelaskan berikut hadits-hadits yang berkaitan dengan bekam.