Efek Samping dari Bekam yang Sering Terjadi

Efek samping dari sebuah obat, terapi maupun pengobatan bukanlah sebuah halangan bagi Anda yang akan mengonsumsi maupun menggunakannya. Apabila di dalam sebuah obat atau pengobatan ada efek sampingnya, maka itu merupakan sebuah hal yang wajar. Misalnya saja bekam, maka efek samping dari bekam juga pasti ada. Hal ini tidak perlu ditakuti, karena efek sampingnya tidak akan mendatangkan hal yang buruk bagi tubuh Anda.

Bekam yang dilakukan oleh terapis kepada pasien biasanya akan mendatangkan beberapa efek samping. Efek samping dari bekam akan berbeda-beda antara satu pasien dengan lainnya, tergantung kondisi tubuhnya. Akan tetapi ada beberapa efek samping yang sama dan bisa dialami oleh seluruh pasien. Kalau semua merasakan efek samping yang sama, berarti itu umum terjadi dan tidak mendatangkan bahaya.

Beberapa efek samping yang umumnya dialami oleh seluruh pasien yaitu akan ada bekas merah atau memar akibat dari kulit yang ditarik kop bekam untuk dikeluarkan darahnya. Hal ini penting diketahui agar tidak kaget dan terhindar dari rasa malu akibat ada bekasnya. Efek samping umum lainnya yaitu akan ada rasa nyeri otot sesaat setelah dibekam. Hal ini terjadi karena kulit bagian luar ditarik untuk ditusuk jarum sebagai jalan keluarnya darah.

Kadangkala, orang yang selesai dibekam juga mengalami efek samping dari bekam berupa demam atau panas. Hal ini sebetulnya wajar apabila demamnya tidak disertai dengan luka pada kulit bekas tusukan jarum. Akan tetapi, apabila demamnya disertai dengan luka apalagi sampai keluar nanah pada kulit bekas jarum, maka ini perlu diwaspadai. Jangan-jangan ini merupakan infeksi. Apabila efek samping ini terjadi pada Anda, maka harus segera datang ke terapis untuk menangani masalah ini.