Cara Pengobatan Bekam Basah Pada Penderita Diabetes Mellitus

Diabetes Mellitus merupakan salah satu dari sekian penyakit kronis yang banyak di derita oleh masyarakat Indonesia. Diabetes Mellitus juga dikenal sebagai diabetes tipe 2, dimana kadar gula darah di dalam tubuh naik secara drastis diakibatkan terjadinya gangguan sekresi insulin. Sebagian lebih akrab dengan istilah kencing manis pada diabetes Mellitus.

Penelitian menyebutkan bahwa diabetes tipe ini adalah penyakit pembunuh No 3 di dunia. Itulah sebabnya kita harus sangat berhati-hati. Karena lebih baik mencegah daripada mengobati, bukan? Pengobatan pada diabetes Mellitus biasanya menggunakan resep obat-obatan. Namun ada sebuah kondisi dimana pasien menjadi overdosis terhadap obat sehingga tubuh menjadi kebal pada obat. Jika hal seperti ini terjadi, maka beralihlah menggunakan cara pengobatan bekam.

Namun harus Anda ketahui, bahwa salah satu dari sekian kriteria orang yang dilarang melakukan bekam, adalah penderita penyakit diabetes Mellitus. Hal ini dikarenakan kadar gula darah yang tidak normal dapat mempengaruhi fisik si pasien, terutama jika Anda ingin melakukan bekam basah.

Cara pengobatan bekam basah pada penderita diabetes Mellitus harus ekstra hati-hati. Hal ini dilakukan agar tidak membahayakan si pasien. Umumnya terapis akan meminta Anda melakukan check up gula darah selama 4 kali berturut-turut dalam 1 bulan. Jika selama 1 bulan tersebut gula darah ada normal (dibuktikan dengan hasil check dari lab). Maka terapi bekam dapat dilakukan.

Kenapa cara pengobatan bekam dilarang untuk penderita diabetes saat kadar gula darahnya tidak normal?

Hal ini dikarenakan dalam terapi bekam basah, prosesnya adalah dengan melukai bagian tubuh. Hal ini bisa sangat berbahaya bagi penderita diabetes Mellitus, karena luka tersebut dapat menjadi sumber infeksi dan membutuhkan jangka waktu lama untuk bisa sembuh.