Cara Meminimalisir Resiko Bekam

Bekam merupakan terapi yang relatif aman dan memberikan banyak manfaat untuk mengobati penyakit maupun menjaga kesehatan tubuh. Namun demikian, tidak bisa dipungkiri bahwa resiko bekam juga pasti ada.

Bagi yang belum pernah bekam dan baru akan mencoba, mendengar kata “resiko” barangkali akan berfikir ulang untuk megurungkan niatnya atau tetap melanjutkannya. Tenang saja, Anda tidak perlu khawatir terhadap resiko dari pengobatan dengan cara bekam.

Bekam memang memiliki resiko, akan tetapi resiko dari bekam ini tidak akan memberikan dampak yang buruk. Resiko yang paling terlihat dari bekam yaitu setelah dibekam, biasanya akan ada tanda memar di tubuh khususnya pada bagian yang terkena titik bekam.

Titik bekam bisa berada di punggung, leher, kepala, maupun wajah. Tergantung pada penyakit dan titik bekamnya. Resiko ini perlu Anda ketahui, sehingga tidak menimbulkan penyesalan setelah dibekam.

Resiko bekam selanjutnya yaitu rawan terjadi penularan penyakit. Hal ini bisa terjadi karena gelas atau kop bekam biasanya dipakai berkali-kali dengan pasien yang berbeda. Apabila terapis tidak mencuci atau membersihkan sampai benar-benar steril, maka peluang penularan penyakit bisa terjadi. Oleh karena itu, bagi Anda yang akan bekam juga perlu melihat tempat tersebut apakah benar-benar bisa menjaga kebersihan atau tidak.