Cara Bekam Yang Baik dan Benar

 

Jika kita searching di internet, tentunya sangat mudah untuk mengetahui panduan dasar dan cara melakukan bekam, bukan? Hal ini tentu dikarenakan ketertarikan masyarakat Indonesia pada metode pengobatan bekam ini cukup tinggi. Namun sayang, kadang banyak sumber yang tak akurat. Cara bekam yang baik biasanya hanya bisa dilakukan terapis bekam yang sudah profesional dan mengetahui prosedurnya.

Hal pertama yang harus dilakukan sebelum melakukan terapi ini adalah dengan menyiapkan alat bekam, seperti gelas, pompa, pisau bedah atau jarum, skapel, bisturi, klem, sarung tangan dan juga mangkuk sebagai tempat darah (untuk jenis basah). Pastikan bahwa alat yang Anda pakai seteril.

Cara bekam yang baik dapat mulai dilakukan setelah mengetahui keluhan pasien dan menentukan titik tubuh yang akan di bekam. Kemudian dilanjutkan dengan memijat tubuh si pasien menggunakan minyak, lalu melakukan vakum menggunakan gelas dan di pompa (hal ini bertujuan memberikan kekebalan pada gelas ketika kulit dilukai).

Cara bekam yang baik dan benar selanjutnya adalah dengan mensterilisasi kulit dengan alkohol sebelum dilakukan penyayatan. Ukuran luka juga menyesuaikan dengan diameter gelas yang digunakan. Kemudian lakukan pompa untuk menyedot keluar darah kotor selama 3-5 menit. Setelah itu buang darah kotor ke dalam mangkuk dan oleskan anti septik pada kulit yang luka.

Setelah terapi bekam selesai, maka biarkan pasien untuk beristirahat karena staminanya baru saja terkuras. Perlu dicatat, bahwa Anda dilarang keras mempraktekkan terapi bekam tanpa panduan atau pantauan dari professional. Hal ini untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan terhadap diri Anda atau pun orang lain.