Bekam Medis Tradisional Vs Modern

Bekam atau yang juga dikenal sebagai kop oleh masyarakat Indonesia merupakan sebuah terapi pengobatan yang cukup diminati. Dalam proses pengobatan bekam, darah kotor akan dikeluarkan dari dalam tubuh sehingga penyakit dapat teratasi. Namun bagaimana tentang pendapat dunia bekam medis akan hal ini?

Bekam telah mendapatkan pengakuan dalam dunia medis sejak abad ke-18 silam. Dibuktikan dengan banyaknya penelitian yang dilakukan oleh para peneliti ilmiah tentang bekam. Namun seiring perkembangan zaman, tentunya pendapat ini juga telah mengalami perubahan. Berikut adalah cara kerja dunia bekam medis tradisional vs modern yang perlu diketahui :

  1. Teori bekam medis tradisional

Menurut dunia medis tradisional, bahwa di bawah permukaan kulit, dan otot terdapat sebuah titik yang saling berhubungan antara satu dengan lainnya. Titik vertikal horizontal ini membentuk seperti jaring. Titik ini menghubungkan seluruh sistem dan organ tubuh sehingga menjadi satu kesatuan yang dapat bereaksi secara serentak. Gangguan pada satu titik dapat menular dan mempengaruhi titik lainnya, begitupun sebaliknya, pengobatan terhadap satu titik ini juga dapat mengobati titik yang lainnya.

Sebagai contohnya, jika seseorang mengalami sakit mata maka tidak perlu melakukan bekam di matanya. Melainkan dapat dibekam di area kepala atau sekitar tengkuk. Karena titik mata dan kepala saling terhubung.

  1. Teori bekam medis modern

Dalam penelitian terbaru mengatakan bahwa titik atau poin yang disebutkan pada hasil teori sebelumnya merupakan poin istimewa “motor points”.

Peneliti membuktikan apabila dilakukan pembekaman pada satu titik yang tepat maka akan mempengaruhi titik lainnya. Reaksi yang ditimbulkan dari membekam satu titik akan menyebabkan terjadinya perbaikan mikrosirkulasi pembuluh darah yang memicu relaksasi (pelemasan) pada otot yang kaku, menurunkan tekanan darah secara stabil, dan lain sebagainya.